Home Sweet Home

Posted: 30 December 2009 in ETC

Rumahku istanaku atau rumahku idamanku. Dari gambar disamping merupakan salah satu sudut pandang dari rumahku yang biasa aku tinggali. Tak ada tempat yang begitu nyaman selain rumahku sendiri. Rumah ku tidak besar, tidak berlantai 2. maupun memiliki kolam renang, tapi aku menganggap rumahku itu sudah melebihi dari sempurna dari rumah-rumah lainnya. Kemewahan mungkin tidak terdapat pada rumahku, tapi itu tidak menjadi masalah karena aku masih bisa merasakan kenyamanan akan keberadaan sebuah rumah

Dalam segala kegiatan banyak aku habiskan didalam rumah dan lebih jarang aku habiskan diliuar rumah, seperti halnya bersantai-santai, menonton tv ataupun memainkan sebuah game dalam komputer. Banyak yang mengatakan bahwa aku itu anak rumahan, tapi tidak aku hiraukan, yang penting aku selalu menganggap semua itu hanya masalah kecil saja.

Rumahku berada disuatu perkampungan yang cukup ramah penduduknya yang berjalan di gang damai 3.  Dsini waganya selalu menjalin sebuah ikatan gotong royong antar sesama warga dan tak ada sikap acuh. Lokasi tepatnya rumahku berada yang amat teramat sangat tidak strategis yaitu bisa dibilang berada diujung gang buntu yang ada di damai 3 ini. Tak heran banyak pencari alamat rumah yang kesulitan jika mencari rumahku seperti tukang pos misalnya.

Banyak yang mengatakan bahwa rumahku ini rumah yang begitu asri yang begitu nyaman dan sejuk jika ditempati, dan pernyataan itu memang benar, dikarenakan dirumahku memiliki halaman yang ditanami tanaman-tanaman indah seperti anggrek, kamboja, matahari, antorium dll. Maka dari itu rumahku terlihat asri dan sejuk untuk ditempati

Setiap hari aku selalu beharap untuk terus bisa menjadi rumah yang membanggakan bagi diriku maupun keluargaku. Harapan itu dikarenakan usia rumahku tidak lah lagi muda sudah hampir 30 tahun. Semoga tetap kokoh dan kuat walaupun ada badai dan gempa yang menimpa rumahku ini. Karena suatu saat akupun akan meninggalkan rumah ini kelak nanti dan semoga akan terus bisa menjadi teman dari orang tua ku hinngga saat mereka pensuin dan merasakan hari tuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s