Kini Perempuan Rentan AIDS

Posted: 3 March 2010 in Gaya Hidup & Kesehatan

Sukma Ratri bercerai dari suaminya setelah mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari suaminya. Namun empat tahun lalu, ibu muda asal Indonesia ini mengetahui bahwa mantan suaminya sakit parah dan kemungkinan mengidap AIDS.

Ratri segera memeriksakan diri ke dokter. Hasilnya sesuai dugaan Ratri, dia juga positif terjangkit virus HIV. Ratri mengungkapkan kisah ini kepada para wartawan di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa 3 Maret 2010, dalam konferensi pers untuk untuk meluncurkan kampanye terbaru UNAIDS, program PBB untuk memerangi HIV/AIDS.

Menurut laman stasiun televisi CNN,  UNAIDS meluncurkan program lima tahun untuk membantu mengatasi meningkatnya berbagai persoalan seputar penyebab perempuan terinfeksi HIV/AIDS.

Inisiatif ini antara lain berupa mengurangi aksi kekerasan terhadap perempuan, meningkatkan ketersediaan perawatan dan pencegahan terhadap virus HIV/AIDS, dan meningkatkan hak asasi manusia ke dalam skala internasional. Dengan fokus pada isu-isu tersebut, kampanye ini diharapkan secara efektif mengurangi jumlah infeksi HIV pada kaum wanita di dunia.

Seperti banyak perempuan lain, Ratri menjadi korban sebuah epidemi global yang menyebabkan kematian dan penyakit pada perempuan usia produktif (antara 15 hingga 49 tahun). Penyakit ini lebih banyak menyerang perempuan dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, HIV/AIDS di awal tahun 1980-an kebanyakan menyerang kaum pria.

Kini, setelah bercerai dari suaminya, Ratri menjadi aktivis pejuang hak-hak kaum migran di Asia untuk mengurangi kerentanan mereka terhadap HIV. Secara terbuka Ratri menyatakan diri bahwa dia mengidap HIV, keputusan yang menurutnya bisa mengatasi stigma buruk terhadap penderita HIV positif.

Ratri mengaku beruntung bisa menerima statusnya sebagai penderita HIV positif. “Saya perlu melawan stigma itu,” katanya. “Saya ingin terbuka.”

Selain Ratri, UNAIDS juga memperoleh dukungan dari musisi Skotlandia, Annie Lennox. Atas undangan mantan Presiden Nelson Mandela, Lennox mengunjungi Afrika Selatan di mana HIV memiliki kemungkinan menjangkiti perempuan berusia 15 hingga 24 tahun, tiga kali lebih tinggi dibanding infeksi terhadap pria dengan usia sama.

VIVAnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s