Hal-hal Yang Membatalkan Wudhu

Posted: 25 March 2010 in ETC

Wudhu seorang muslim batal karena hal-hal berikut ini:
– Keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, baik berupa air kecil atau- pun air besar.
– Keluar angin dari dubur (kentut).
– Hilang akalnya, baik karena gila, pingsan, mabuk atau karena tidur yang nyenyak hingga tidak menyadari apa yang keluar darinya. Adapun tidur ringan yang tidak menghilangkan perasaan, maka tidak membatalkan wudhu.

Menyentuh kemaluan dengan tangan dengan syahwat, apakah yang disentuh tersebut kemaluan-nya sendiri atau milik orang lain, karena Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudhu”.
[Riwayat Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani]

Memakan daging unta,

Karena ketika Rasulullah ditanya: “Apakah kami harus berwudhu karena makan daging unta? Nabi menjawab : Ya.”
[Riwayat Muslim]

Begitu pula memakan usus, hati, babat atau sumsumnya adalah membatalkan wudhu, karena hal tersebut sama dengan dagingnya.

Adapun air susu unta tidak membatalkan wudhu, karena Rasulullah pernah menyuruh suatu kaum minum air susu unta dan tidak menyuruh mereka berwudlu sesudahnya. [Muttafaq ‘alaih]

Untuk lebih berhati-hati, maka sebaiknya berwudhu sesudah minum atau makan kuah daging unta.

Apakah Menyentuh Wanita Dapat Membatalkan Wudhu’?

Seorang insan tentunya menerima dan mengambil sesuatu dari istrinya dalam kehidupan sehari-hari. Batalkah wudhu’ seseorang karena menyentuh tangan istrinya?

Alhamdulillah, ada perbedaan pendapat di antara alim ulama tentang batal atau tidaknya wudhu’ seseorang karena menyentuh wanita. Pendapat yang terpilih adalah tidak membatalkan wudhu’, baik ia menyentuhnya dengan syahwat ataupun tidak. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mencium sebagian istri beliau dan tidak mengulangi wudhu’nya. Masalah ini dapat menimbulkan polemik yang sangat pelik. Dan sekiranya membatalkan wudhu’, niscaya Rasulullah telah menjelaskannya kepada kita.

Adapun berkaitan dengan firman Allah:

“atau menyentuh perempuan”

yang dimaksud ‘menyentuh’ adalah bersetubuh menurut pendapat alim ulama yang terpilih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s