Tiru Strategi Toyota, Ford Sukses Besar

Posted: 17 May 2010 in Tehnologi & Kemewahan

Toyota Motor Corp bisa menduduki puncak industri otomotif dunai sejak beberapa tahun terakhir. Ternyata kuncinya sederhana. Toyota selalu menjaga kesederhanaan model yang dijual di seluruh dunia.

Model seperti Corolla, Camry, dan Yaris yang dijual di Asia hanya dimodifikasi kecil untuk memenuhi selera lokal di Eropa dan Amerika Utara. Begitu strateginya. Sistem produksi seperti ini sangat menguntungkan bagi Toyota. Dia bisa memproduksi mobil dalam volume besar dengan biaya pengembangan lebih murah.

Memang, sistem produksi seperti ini sangat fatal saat terjadi masalah, terutama yang menyangkut kualitas. Kepercayaan global langsung turun, dan penjualan pun akan terkikis cepat.

Forbes dalam artikelnya, Senin 17 Mei 2010, menyatakan, Toyota Corolla kompak adalah mobil yang paling populer di dunia dengan penjualan tahun 2009 mencapai 908.661 unit. Sekitar sepertiga laku terjual di Amerika Serikat.

Corolla adalah salah satu kendaraan Toyota yang sempat mengalami masalah pada pedal gas yang lengket. Tentu saja, setelah masalah ini, penjualan Corolla bakal terkoreksi dan bakal tergeser dari mobil paling laris.

Demikian juga dengan Camry dan Yaris. Kedua mobil global Toyota ini  juga laku keras. Mereka masih menempati posisi 10 besar penjualan tertinggi.

Namun, strategi Toyota itu telah ditiru Ford. Dan Ford sukses besar. Ford mengembangkan Focus dari nol untuk dijual di setiap negara. Hasilnya, penjualan Focus tahun lalu mencapai 781.139 unit dan berhasil menempati posisi kedua penjualan tertinggi.

Penjualan tertinggi ketiga, adalah Ford Fiesta. Fiesta yang diproduksi massal di seluruh dunia mampu mengantongi penjualan pada tahun lalu sebanyak 724.502 unit. Lagi-lagi, dengan strategi barunya itu Ford telah berhasil menjadikan Fiesta sebagai mobil global milik AS.

Tapi perkembangan industri otomotif berubah sangat cepat. Pengamat otomotif dari JD Power & Associates mengatakan bahwa China dan negara-negara berkembang akan dominan dalam industri otomotif. “Sepuluh tahun ke depan industri otomotif akan sangat berbeda dari saat ini,” kata John Humphrey, wakil presiden senior operasi otomotif global JD Power.

Volume penjualan di seluruh dunia akan pulih setelah resesi dan tumbuh sekitar 72 juta kendaraan pada 2011. Ini meningkat dari sekitar 64 juta pada tahun 2009. “Tapi pertumbuhan yang akan datang dari daerah baru dengan kebutuhan konsumen yang berbeda,” katanya.

Dulu pasar industri otomotif yang paling penting adalah AS, Jepang, dan Eropa Barat. Ke depan, negara-negara itu masih penting, tapi mereka tidak berkembang, sehingga pasar otomotif akan beralih ke negara berkembang.

VIVAnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s